Bila bicara sihir dan film maka orang-orang akan menyebutkan seri film Harry Potter. Tapi, tidak dalam pos kali ini. Saya akan membicarakan sebuah film yang diproduksi oleh Walt Disney pada tahun 2010, yakni The Sorcerer;s Apprentice. Alasan utamanya ialah film tersebut meskipun tidak sepopuler franchise Harry Potter namun film tersebut memiliki daya tarik khas disney dalam merepresentasikan tentang penyihir.
The Sorcerer's Apprentice dibintangi oleh Jay Baruchel sebagai David Stutler yang menjadi tokoh utamanya, Nicolas Cage sebagai Balthazar Blaze, Alfred Molina sebagai Maxim Hovarth, Teresa Palmer sebagai Becky, Monica Bellucci sebagai Veronica, dan Alice Kridge sebagai Morgana. Garis besar ceritanya mengisahkan pencarian Balthazar atas penyihir yang mewarisi kekuatan dari Merlin, gurunya, yang disebut Prime Merlinian. Pencarian Balthazar tersebut bertujuan untuk mengalahkan Morgana yang terperangkap di dalam Grimhold, sebuah benda penyegel. Di dalam Grimhold, Morgana dikurung bersama dengan tubuh Veronica, seorang murid Merlin sama seperti Balthazar. Meskipun dikurung, Morgana dapat bangkit lagi dan untuk mengalahkannya sepenuhnya dibutuhkan seorang Prime Merlinian yang memiliki kekuatan sihir di atas rata-rata penyihir biasa.
Pencarian Balthazar atas Prime Merlinian berakhir kala ia menemukan Dave kecil. Hal itu ditandai dengan respon yang diberikan Dragon Ring milik Merlin kala Dave memegangnya. Namun, sebelum Balthazar mampu untuk melatih Dave, mereka berdua diserang oleh Hovart--salah satu murid Merlin yang membelot dan menjadi pengikut Morgana--dan sebagai upaya menghentikannya, Balthazar mengurung Hovart beserta dirinya sendiri di dalam sebuah guci. Hingga sepuluh tahun kemudian, Balthazar dan Hovart berhasil keluar dari guci tersebut dan sama-sama mencari Grimhold yang mengurung Morgana.
Balthazar dan Hovart tidak langsung mencari Grimhold, mereka berdua mencari bocah yang sepuluh tahun lalu terakhir memegang Grimhold, yakni Dave. Hovart berhasil menemukan Dave terlebih dahulu dan menanyakan tentang Grimhold disertai ancaman. Dave berhasil melarikan diri dan kemudian ditolong oleh sihir Balthazar. Kemudian keduanya mencari Grimhold dan Balthazar pun mengajari Dave untuk menyihir dengan menggunakan Dragon Ring yang diberikannya dahulu. Sihir pertama yang diajarkan ialah membuat dan menembakkan api. Di sini keunikan dari film The Sorcerer's Apprentice, yakni dalam melakukan sihir.
Cara menggunakan sihir dalam film tersebut tidak dengan sekedar mantra dan tongkat sihir. Sihir yang digunakan menggunakan ilmu fisika. Misalnya, saat Balthazar mengajarkan Dave untuk memunculkan api, ia menjelaskan bahwa tiap benda, baik hidup dan mati, memiliki rotasi parikel yang bergerak teratur. Bila pergerakan itu dipercepat dan menimbulkan gesekan maka akan menimbulkan api. Penyihir dalam film The Sorcerer's Apprentice dapat disamakan dengan fisikawan. Selain itu, dunia "sihir" tidak digambarkan sebagai sebuah dunia yang penuh keajaiban, melainkan sebuah dunia yang sama seperti dunia manusia biasa. Dunianya hanya satu, tidak seperti dunia di dalam Harry Potter yang terbedakan antara dunia penyihir dengan dunia manusia biasa atau Muggle. Selain itu, tidak dimunculkannya binatang-binatang mitos seperti dalam seri Harry Potter dan juga tidak memunculkan benda-benda magis lainnya. Dalam film ini hanya memunculkan beberapa benda magis, seperti Merlin Ring, Grimhold, karpet penghisap (lupa namanya) dan buku ajar yang digunakan Balthazar untuk mengajar Dave.
| Grimhold |
The Sorcerer's Apprentice dapat dikatakan sebagai film drama komedi keluarga. Hal itu dikarenakan film ini memiliki jalan cerita yang ringan dan dbingkai dalam komedi untuk keluarga. Sayangnya, film ini memiliki alur yang sangat cepat sehingga ceritanya terkesan terburu-buru dan tidak menonjolkan sisi "kepenyihiran"-nya. Ceritanya sebenarnya bagus, hanya saja menjadi tak tersampaikan karena alur yang terlalu cepat. Selain itu, tokoh utamanya, Dave, terkesan hanya menjadi tokoh sampingan dari Balthazar. Hal itu juga salah satu efek dari alur cerita yang terlalu cepat.
Namun yang terjadi ialah kekacauan di mana-mana dan banjir. Peristiwa yang sama juga terdapat dalam film Fantasia, saat Micky mencoba topi Merlin dan menyihir sapu serta pel untuk membersihkan ruangan. Gambar di sebelah kiri menunjukkan sapu yang bergerak sendiri setelah disihir oleh Micky untuk membersihkan ruangan. Kejadian selanjutnya pun sama, bukan menjadi bersih dan rapi melainkan kekacauan. Hal itu menjadi satu referen bahwa dalam film The Sorcerer's Apprentice memasukkan referen tersebut agar penonton yang pernah menonton Fantasia sedikit bernostalgia. Selain itu, kedua film tersebut memang diproduksi oleh Disney.
Komentar terakhir saya mengenai film ini ialah perlunya sequel untuk lebih memperdalam tema cerita dari film tersebut. Masih banyak hal yang tidak terjelaskan dan tidak dijelaskan dalam film tersebut, seperti apakah prime merlinian hanya ada satu di dunia atau tugas lainnya dari prime merlinian selain mengalahkan para morganian. Hal yang paling membuat saya kecewa ialah penampakan dari penyihir jahat yang terkurung dalam Grimhold tidak terjelaskan, baik secara latar belakang si penyihir maupun kekuatan yang ia miliki. Hanya Hovart dan penyihir jahat dari cina saja yang terlihat menggunakan kekuatannya.

