Superman merupakan salah satu superhero yang sangat terkenal di Amerika bahkan dunia. Banyak ekspektasi ketika seseorang atau suatu kelompok mencoba untuk menghadirkan Superman dalam sebuah film. Ekspektasi untuk menampilkan sosok ideal Superman dari benak para fans, mulai dari cara berbicara hingga aksi pertarungannya. Hal itu disebabkan tokoh Superman, a. k. a Clark Kent, sudah menjadi bagian dari sejarah perkembangan budaya Amerika. Sederhananya, karakterisasi dari Superman sudah "mendarahdaging" di dalam benak fans. Dalam tulisan review film pertama dalam blog ini, saya akan membahas film tentang Superman, yakni Man of Steel (2013).
Sebelum membahas filmnya, ada baiknya kita tahu asal usul Superman dan kapan tokoh itu lahir. Superman diciptakan oleh Jerry Siegel dan Joe Shuster. Debut pertama karakter Superman ialah pada tahun 1938 dalam komik Action Comic#1 (kemudian hari karakter Superman menjadi hak lisensi dari DC Comic). Superman memiliki identitas asli bernama Clark Kent, pemuda dari kota Smallville, Texas. Nama Clark Kent terinspirasi dari penggabungan dua nama artis pada masa itu, yakni Clark Gable dan Kent Taylor. Superman dikisahkan sebagai spesies terakhir dari bangsanya, yakni Kriptonian yang berasal dari Krypton. Pada saat Superman baru lahir, yang diberinama Kal-El atau Kal L, planetnya sedang diambang kiamat. Kedua orang tua Kal-El, yakni Jor El dan Lara Lor-Van, mengirimnya pergi dari planet Krypton yang sekarat dan akhirnya sampai di bumi. Sesampainya di bumi, Kal-El ditemukan oleh sepasang suami istri petani di Smallville, yakni Jonathan Kent dan Martha Kent, kemudian Kal-EL diberi nama Clark Kent.
Pertama kali Clark Kent memakai persona Superman pada saat ia bekerja di kota Metropolis sebagai seorang wartawan di harian Daily Planet. Clark yang sudah mengetahui kebenarannya bahawa ia seorang Kryptonian, menggunakan kekuatannya untuk menolong orang lain. Lois Lane, seorang wartawati di harian Daily Planet, lah yang memberikan persona nama Superman melalui artikelnya saat ia sedang menginfestigasi sosok penolong dan pahlawan baru di Metropolis.
Dalam melakukan aksinya sebagai Superman, Clark selalu berganti kostum. Ia melepas kacamata dan pakaiannya dengan kostum berwarna dominan biru dan merah dengan logo "S" di dadanya. Dengan demikian, ia melindungi identitasnya sebagai Clark Kent. Hal itu dilakukannya agar melindungi orang-orang terdekatnya agar tidak terusik atau menjadi incaran musuh-musuh yang sudah dikalahkannya.
Sekilas tentang sejarahnya Superman udahan. Sekarang yang mau dibahas itu film Man of Steel yang disutradarai oleh Zack Snyder. Film Man of Steel diproduksi pada tahun 2013 dan ceritanya ditulis oleh David S. Goyer dan Christopher Nolan. Film tersebut dibintangi oleh Hendry Cavill sebagai Clark Kent/Kal-El, Amy Adams sebagai Lois Lane, Russel Crow sebagai Jor-El, Diane Lane sebagai Martha Kent, Kevin Costner sebagai Jonathan Kent dan Michael Shannon sebagai Jendral Zod (tokoh antagonis).
Secara garis besarnya, film Man of Steel mengisahkan awal dari munculnya Superman dan alasan kenapa Kal-El dikirim ke bumi oleh kedua orang tuanya, kudeta yang dilakukan oleh Jendral Zod pada pemerintahan Krypton dan kehancuran pelanet Krypton. Film itu juga mengisahkan hubungan Clark Kent dengan keluarga buminya, Jonathan Kent dan Martha Kent, dan dinamika kehidupannya saat ia kecil, remaja, hingga dewasa dan mengetahui jati dirinya. Lalu, Jendral Zod menyerang bumi dan kemudian Clark Kent melawannya untuk membela bumi. Ya, dapat dikatakan alur ceritanya sangat "Superman" sekali, meskipun kostumnya baru, tanpa kolor merahnya. Selain tiadanya kolor merahnya, perbedaan lainnya ialah alur penceritaan pertemuan Superman alias Clark Kent dengan Lois Lane. Tapi itu sah-sah saja sebagai bentuk kreatifitas dari penulis naskah dan sutradaranya.
Hal yang menarik bagi saya dari film itu ialah pengemasan filmnya. Biasanya, kalau film superhero menonjolkan sisi aksi, Man of Steel lebih menonjolkan dramanya. Film itu mengemas pergolakan batin dari Clark Kent sebagai seorang Kryptonian di bumi dengan segala polemik yang ia hadapi. Ia harus menutupi kelebihannya semasa kecil dan selalu menjadi objek bullying di sekolah karena tingkah lakunya yang berbeda. Lalu, pencarian jati diri Clark Kent hingga menemukan pesawat antariksa karam milik orang-orang Krypton di dalam es dan mempelajari segala hal yang berhubungan dengan dirinya, mulai dari Krypton, orang tuanya, hingga Jendral Zod.
Sebagai film drama superhero, Man of Steel, menurut saya, cukup berhasil menampilkan sosok Superman dari sisi lainnya, yakni sisinya sebagai seorang individu. Saat menonton Man of Steel, saya jadi teringat lagunya Five For Fighting yang berjudul Superman. Lagu itu mengisahkan tentang suasana batin Superman yang ingin dipandang sama sebagai seorang manusia biasa (meskipun ia seorang Kryptonian). Biar mudahnya, nih kutipan liriknya:
I can't stand to fly
I'm not that naive
I'm just out to find
The better part of me
I'm more than a bird
I'm more than a plane
More than some pretty face beside a train
It's not easy to be me
Wish that I could cry
Fall upon my knees
Find a way to lie
About a home I'll never see
It may sound absurd but don't be naive
Even Heroes have the right to bleed
I may be disturbed but won't you concede
Even Heroes have the right to dream
It's not easy to be me
Up, up and away, away from me
It's all right
You can all sleep sound tonight
I'm not crazy, or anything
I can't stand to fly
I'm not that naive
Men weren't meant to ride
With clouds between their knees
I'm only a man in a silly red sheet
Digging for kryptonite on this one way street
Only a man in a funny red sheet
Looking for special things inside of me
It's not easy to be me.
Lirik-lirik itu menunjukkan sisi perasaan dari seorang Superman (menurut saya). Bisa saya katakan bahwa Man of Steel tidak menonjolkan sisi "kepahlawanansuper" dari Superman tapi sisi batinnya sebagai seorang manusia (baca: Kryptonian). Meski memiliki kekuatan super, Superman atau Clark Kent dalam film tersebut diposisikan sebagai seorang individu yang memiliki proses hidup layaknya manusia di bumi.
Penonjolan sisi manusia dari Superman dalam film Man of Steel dapat dikatakan berhasil di mata fans. Hal itu ditunjukkan dengan rencana Christopher Nolan untuk membuat sekuelnya pada tahun 2015 dengan sutradara yang sama, Zack Snyder. Munculnya rencana sekuel tersebut yang membedakan film Man of Steel dengan film Superman Return (2006) yang tidak dilanjutkan sekuelnya karena banyak protes dari beragam fans setia Superman. Sekuel dari Man of Steel cukup layak untuk dinanti karena akan menghadirkan tokoh Batman dan Wonder Women di dalamnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar